PT. Bumi Alam Indah

PT. Bumi Alam Indah membangun rumah modern dengan standar tinggi dan berkualitas. Kami mengunakan material berkualitas dan detail desain yang elegan untuk menjadikan rumah keluarga yang nyaman.

Sejarah PT. Bumi Alam Indah

Tak selamanya kucuran dana besar menjadi modal utama membangun sebuah perumahan. Buktinya bisa Anda dilihat pada diri pengusaha ini.

Bermodal uang Rp 200 juta, sebuah ciuman tangan, dan sekantong plastik buah mangga, Fajar R. Zulkarnaen, berhasil membuat real estate di kawasan Jakarta Selatan. Ya, Fajar mampu menyakinkan pemilik tanah agar melepas lahan seluas 1.500 m2. Padahal sebelumnya sudah banyak yang mengincar lahan tidur tersebut dan gagal mendapatkannya.

Menurut Fajar, terkadang untuk memuluskan sebuah kesepakatan bisnis, nominal uang bukanlah segalanya. Diperlukan unsur lain seperti kepercayaan, kedekatan emosional, dan tentu saja hubungan antarmanusia. “Jadi bukan sekadar hubungan bisnis semata,” kata pria alumnus FMIPA Universitas Padjajaran dan master Teknologi Lingkungan, ITB, Bandung, ini.

Namun, bukan berarti keberhasilannya membeli lahan tersebut, lantas memuluskan langkah usahanya. Pasalnya bisnis tersebut sempat tak direstui oleh orang-orang dekatnya. Termasuk pihak keluarga.

Tapi itu semua tak menyurutkan langkahnya untuk membangun perumahan bernama Pejaten Greenland, di Jalan Gunuk, Jakarta Selatan. Melalui bendera PT. Bumi Alam Indah, Fajar mulai menemukan passion-nya. Lantas apa kiat suksesnya?

Pertama, cash is the king. Uang yang dipegang itu adalah kekuatan. Makanya perusahaan itu harus likuid. Ketika kita butuh dana untuk menjalankan bisnis, harus selalu tersedia.

Kedua saya membangun sendiri. Tak menggunakan jasa kontraktor. Sehingga bisa mengatur sendiri. Kapan harus bangun, kapan harus berhenti.

Ketiga adalah kepercayaan. Bila kita menjanjikan sesuatu pada pihak lain, kita harus tepati waktu dan besarannya. Jangan telat.

Rencana bisnis ke depan

Berikut adalah Rencana bisnis ke depan

Kita sudah buat bank land.

Di sini (di Jalan Gunuk, Jakarta Selatan), saya sengaja menyimpan tanah seluas 2.500 meter. Lokasinya cukup strategis. Di Jakarta, harga tanah cepat meroket. Selain itu, saya juga punya tanah di Serpong, Tangerang.

Tahun 2014, kita akan ekspansi ke Depok.

Di sana ada lahan sekitar 4.000 – 5.000 m2. Saya akan bangun perumahan. Tapi segmen pasarnya berbeda. Kita akan bangun perumahan untuk kelas menengah ke bawah dengan harga Rp 300 juta ke bawah. Sekarang, pasar properti kelas seperti itu tengah laku keras.

RUMAH & RUKAN
SIAP SERAH TERIMA

Segera hubungi Marketing kami, untuk mendapatkan Harga & Penawaran Khusus, Harga bisa berubah mengikuti Inflasi bulanan.
HP 0857 2978 1299 Contact Now